[Pos baru] Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Relatif Baik
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
admin menulis:" Suksespro.com – Presiden Joko Widodo menyebut, angka pertumbuhan ekonomi Indonesia masih relatif baik dibandingkan dengan sejumlah negara lain. "Walaupun hanya tumbuh 2,97 persen, tapi kalau dibandingkan negara lain yang telah merilis angka pertum"
Suksespro.com – Presiden Joko Widodo menyebut, angka pertumbuhan ekonomi Indonesia masih relatif baik dibandingkan dengan sejumlah negara lain.
"Walaupun hanya tumbuh 2,97 persen, tapi kalau dibandingkan negara lain yang telah merilis angka pertumbuhannya, kinerja ekonomi negara kita relatif masih baik," kata Presiden Joko Widodo sebagaimana dikutip dari laman presidenri.go.id.
Badan Pusat Statistik merilis data terkait pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I tahun 2020 yang tumbuh 2,97 persen year on year (yoy).
Angka tersebut turun dengan delta 2 persen, lebih lambat dibandingkan angka pertumbuhan di kuartal 4 tahun 2019 yang tumbuh 4,97 persen.
Berdasarkan data yang dimilikinya, Presiden mengatakan, sebagian besar negara mengalami kontraksi, tumbuh negatif. Tiongkok misalnya, turun dari +6 persen (yoy) menjadi minus 6,8 persen (yoy), atau delta 12,8 persen.
"Disusul, Perancis dengan delta 6,25 persen, Hongkong dengan delta 5,90 persen, Spanyol dengan delta 5,88 persen dan Italia dengan delta 4,95 persen," imbuhnya saat memimpin sidang kabinet paripurna membahas Pagu Indikatif RAPBN Tahun Anggaran 2021 yang dilaksanakan secara telekonferensi di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu (6/05/2020).
Memukul Permintaan dan Penawaran
Kepala Negara memandang bahwa pandemi Covid-19 telah memukul perekonomian Indonesia pada dua sisi sekaligus, yaitu sisi permintaan (demands) dan sisi penawaran (supply).
Dari sisi penawaran, Indeks Manufaktur Indonesia (PMI) pada April 2020 mengalami kontraksi terdalam bila dibandingkan negara lainnya di ASEAN, yakni di level 27,50. Angka itu lebih rendah dibandingkan Korea (41,60), Malaysia (31,30), Vietnam (32,70) dan Filipina (31,60).
"Untuk itu, saya minta menteri-menteri di bidang ekonomi memperhatikan angka-angka yang tadi saya sampaikan secara detail. Mana saja sektor, subsektor yang mengalami kontraksi paling dalam, dilihat secara detail dan dicarikan stimulusnya sehingga program stimulus ekonomi betul-betul harus kita buat dan harus tepat sasaran dan bisa mulai merancang skenario recovery (pemulihan) di setiap sektor atau subsektor," jelasnya.
Menurut Presiden, beberapa subsektor yang berkontribusi negatif terhadap pertumbuhan kuartal I tahun 2020 yaitu antara lain tanaman pangan (minus 0,31).
Ilustrasi. Presiden Joko Widodo meminta agar sektor pertanian harus digenjot agar berproduksi, tetapi memperhatikan protokol kesehatan yang baik./Foto: Didik Kartika
"Sekali lagi, hati-hati dengan angka-angka ini. Tadi pangan minus (-) 0,31. Sekali lagi, beberapa kali sudah saya sampaikan, FAO (Food and Agriculture Organization) memperingatkan terjadinya krisis pangan. Artinya apa? Sektor pertanian harus digenjot agar berproduksi tetapi sekali lagi, juga dengan protokol kesehatan yang baik," ungkapnya.
Sektor lain yang juga berkontribusi negatif yaitu angkutan udara (minus 0,08), pertambangan minyak, gas dan panas bumi (minus 0,08), industri barang logam, komputer (minus 0,07), penyediaan akomodasi (minus 0,03), serta industri mesin dan perlengkapan (minus 0,03).
Sementara itu, dari sisi permintaan angka inflasi pada April 2020 tercatat hanya 0,08 persen (mtm), sangat rendah bila dibandingkan periode bulan Ramadan pada tahun-tahun sebelumnya.
Dari sisi pengeluaran, kata Presiden, konsumsi rumah tangga (2,84 persen) dan pengeluaran pemerintah (3,74 persen) menjadi lokomotif pertumbuhan.
"Namun tolong dilihat konsumsi LNPRT (Lembaga Non Profit yang melayani Rumah Tangga) yang mengalami kontraksi, minus 4,91 persen. Karena itu, penyaluran Bansos dari pemerintah pusat, pemerintah daerah maupun dari Dana Desa dan juga program Padat Karya Tunai dalam minggu-minggu ini harus sudah jalan di lapangan," tandasnya. (*)
Kevin Yo menulis:" Cara menghasilkan uang tambahan tanpa modal sebenarnya sudah ada dari dulu, namun kita juga harus tahu platform mana yang banyak digunakan orang, dan apa saja kelebihannya, kita akan bahas dalam artikel ini ya. Apa saja sih yang bisa kita lakukan?" Pos baru pada SUKSESPRO Cara Menghasilkan Uang Tambahan oleh Kevin Yo Cara menghasilkan uang tambahan tanpa modal sebenarnya sudah ada dari dulu, namun kita juga harus tahu platform mana yang banyak digunakan orang, dan apa saja kelebihannya, kita akan bahas dalam artikel ini ya. Apa saja sih yang bisa k...
Kevin Yo menulis:" Yang muda beraksi lewat usaha adalah sebuah pilihan untuk merubah kehidupan dan tentu saja membawa dampak positif dalam ekonomi dengan mengesampingkan gaya hidup seperti yang dilakukan oleh Nova Ajie Setiyawan. Apa yang dilakukan sangatlah pantas dico" Pos baru pada SUKSESPRO YANG MUDA BERAKSI LEWAT USAHA oleh Kevin Yo Yang muda beraksi lewat usaha adalah sebuah pilihan untuk merubah kehidupan dan tentu saja membawa dampak positif dalam ekonomi dengan mengesampingkan gaya hidup seperti yang dilakukan oleh Nova Ajie Setiyawan. Apa yang dilakukan sangatl...
Komentar
Posting Komentar