[Pos baru] Kementerian BUMN Bentuk ‘Pasar Digital UMKM’ Guna Membantu Pengembangan UMKM
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
admin menulis:" Suksespro.com – Sebanyak 64,2 juta UMKM di Indonesia, baru sekitar 8 juta UMKM yang sudah go online. Padahal Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan sektor yang cukup memegang peranan penting bagi perekonomian Indonesia. Sebab, tercat"
Suksespro.com – Sebanyak 64,2 juta UMKM di Indonesia, baru sekitar 8 juta UMKM yang sudah go online.
Padahal Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan sektor yang cukup memegang peranan penting bagi perekonomian Indonesia.
Sebab, tercatat kontribusi UMKM terhadap PDB Indonesia > 60%.
Kementerian Koperasi & UKM juga mengakui, memang baru sekitar 8 juta UMKM yang sudah go online, meskipun memang sudah terdapat peningkatan cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya.
Dari data tersebut, BUMN yang memiliki peran sebagai agent of development, terus berupaya mendukung pengembangan UMKM melalui berbagai inisiatif maupun sinergi dengan instansi atau lembaga lainnya.
Berdasar hasil inventarisir belanja BUMN baik belanja modal maupun operasional (Capex dan Opex), tahun 2019 tercatat Rp 32,5 triliun belanja pada sektor UMKM yang dilakukan Top 30 BUMN berdasar total aset.
Pasar Digital UMKM
Memperhatikan hal tersebut, Kementerian BUMN menilai jumlah belanja BUMN pada UMKM masih bisa dioptimalkan. Oleh karenanya disusunlah suatu inisiatif pengembangan UMKM yaitu membentuk suatu ekosistem Pasar Digital UMKM yang diberi nama PaDi UMKM.
PaDi UMKM merupakan sebuah platform digital yang mempertemukan UMKM dengan BUMN guna mengoptimalkan, mempercepat dan mendorong efisiensi transaksi belanja BUMN pada UMKM, serta memperluas dan mempermudah UMKM mendapatkan akses pembiayaan.
Disamping itu bagi Kementerian BUMN, platform tersebut akan membantu monitoring belanja BUMN pada UMKM.
Melalui platform PaDi UMKM, BUMN dapat melakukan belanja secara digital sehingga lebih cepat, transparan, dan meningkatkan efisiensi. Dengan masuknya UMKM dalam ekosistem PaDi UMKM, tentunya dapat memperluas jaringan secara online, meningkatnya penjualan atas peningkatan transaksi, serta menjadi suatu experience dalam memasuki dunia transaksi digital.
UMKM juga akan mendapatkan kemudahan akses pembiayaan dari BUMN yang artinya hal ini juga membawa dampak pada peningkatan penyaluran kredit bagi BUMN penyalur pembiayaan.
Pasar Digital UMKM - Pasar Digital UMKM (PaDi UMKM) memepertemukan BUMN dan UMKM./Foto: https://bumn.go.id/
Sembilan BUMN bantu UMKM
Guna mendukung UMKM, telah dilakukan Kick Off PaDi UMKM yang dipimpin langsung Menteri BUMN Erick Thohir, sekaligus dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dari 9 (sembilan) BUMN yang terlibat dalam pengembangan PaDi UMKM.
9 (sembilan) BUMN tersebut adalah Telkom yang juga sebagai aggregator PaDi UMKM, dan 8 BUMN lainnya adalah Pertamina, Pupuk Indonesia, BRI, Pegadaian, PNM, PP, Waskita Karya, dan Wijaya Karya.
Prosesi penandatanganan MoU kali ini dirasakan sedikit berbeda dan merupakan hal yang relatif baru, yaitu dilakukan secara digital. Dengan difasilitasi PERURI dan juga privy.id yang merupakan karya anak bangsa dan startup binaan anak usaha Telkom, penandatanganan MoU berjalan lancar.
Penandatanganan secara digital ini sudah sah dan legal secara hukum karena difasilitasi oleh penyedia yang telah memiliki lisensi.
"Mungkin ini salah satu hikmah lain dari pandemi Covid saat ini, dimana akhirnya masyarakat akan 'dipaksa' untuk mulai terbiasa menggunakan teknologi dalam berbagai aktivitasnya, termasuk digital signing dalam sebuah kesepakatan atau perjanjian. Rasanya ke depan hal ini akan menjadi new normal karena lebih efisien tanpa mengurangi aspek legal. Dan hal ini juga menjadi salah satu bukti bahwa ditengah pandemi ini, BUMN terus berupaya untuk tetap produktif," imbuh Erick sebagaimana dikutip pada laman https://bumn.go.id/, Jumat (3/7/2020).
Menteri BUMN Erick Thohir juga menyampaikan komitmennya terhadap pengembangan UMKM.
"Situasi Covid-19 ini membawa dampak yang cukup signifikan terhadap sektor UMKM, berbeda kondisinya pada tahun 1998 dimana UMKM justru dapat bertahan. Oleh karenanya demi membantu sektor UMKM, kepada BUMN agar belanja sampai dengan Rp 14 miliar diprioritaskan pada sektor UMKM. Dan saya yakin dengan adanya platform PaDi UMKM ini dapat memperluas channel UMKM serta membantu mempersiapkan UMKM dalam memasuki new normal melalui transaksi yang akan banyak dilakukan secara digital," papar Erick. (*)
Kevin Yo menulis:" Cara menghasilkan uang tambahan tanpa modal sebenarnya sudah ada dari dulu, namun kita juga harus tahu platform mana yang banyak digunakan orang, dan apa saja kelebihannya, kita akan bahas dalam artikel ini ya. Apa saja sih yang bisa kita lakukan?" Pos baru pada SUKSESPRO Cara Menghasilkan Uang Tambahan oleh Kevin Yo Cara menghasilkan uang tambahan tanpa modal sebenarnya sudah ada dari dulu, namun kita juga harus tahu platform mana yang banyak digunakan orang, dan apa saja kelebihannya, kita akan bahas dalam artikel ini ya. Apa saja sih yang bisa k...
Kevin Yo menulis:" Yang muda beraksi lewat usaha adalah sebuah pilihan untuk merubah kehidupan dan tentu saja membawa dampak positif dalam ekonomi dengan mengesampingkan gaya hidup seperti yang dilakukan oleh Nova Ajie Setiyawan. Apa yang dilakukan sangatlah pantas dico" Pos baru pada SUKSESPRO YANG MUDA BERAKSI LEWAT USAHA oleh Kevin Yo Yang muda beraksi lewat usaha adalah sebuah pilihan untuk merubah kehidupan dan tentu saja membawa dampak positif dalam ekonomi dengan mengesampingkan gaya hidup seperti yang dilakukan oleh Nova Ajie Setiyawan. Apa yang dilakukan sangatl...
admin menulis:" Suksespro.com – Presiden Joko Widodo menyebut, angka pertumbuhan ekonomi Indonesia masih relatif baik dibandingkan dengan sejumlah negara lain. "Walaupun hanya tumbuh 2,97 persen, tapi kalau dibandingkan negara lain yang telah merilis angka pertum" Pos baru pada SUKSESPRO Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Relatif Baik oleh admin Suksespro.com – Presiden Joko Widodo menyebut, angka pertumbuhan ekonomi Indonesia masih relatif baik dibandingkan dengan sejumlah negara lain. "Walaupun hanya tumbuh 2,97 persen, tapi kalau dibandingkan negara lain yang ...
Komentar
Posting Komentar