SUKSESPRO.COM - Kementerian Perdagangan melakukan sinergi dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Kerja sama dilakukan dalam rangka menyediakan pembiayaan ekspor bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM).
Sinergi itu diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) mengenai penyediaan dan pemanfaatan jasa layanan perbankan dalam rangka peningkatan ekspor.
Penandatanganan MoU dilakukan, Kamis (5/11/2020) di Hotel Aston Cirebon, Jawa Barat. Penandatanganan oleh Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag, Kasan dengan Direktur Hubungan Kelembangaan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Sis Apik Wijayanto.
Turut menyaksikan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto dan Direktur Eksekutif Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) D James Rompas.
"Sinergi Kementerian perdagangan dengan PT BNI sebagai mitra strategis adalah memberikan dukungan pembiayaan ekspor, salah satunya untuk para pelaku UKM. Kerja sama ini diharapkan dapat membantu pelaku UKM melakukan ekspor sehingga dapat meningkatkan kinerja ekspor nasional," ujar Kasan.
Selain itu, Kasan juga menyampaikan agar pelaku usaha dapat mempertahankan hubungan dagang dengan mitranya saat ini dan menjaga kemampuan untuk mencari potensi pasar baru. Pembiayaan Ekspor Perbankan Rp 16,10 Miliar.
Menjaga Keberlangsungan Ekspor
Selanjutnya, Mendag Agus menyaksikan penyerahan secara simbolis pembiayaan ekspor dari perbankan kepada sebelas UKM berorientasi ekspor senilai Rp 16,10 miliar.
Pembiayaan ekspor tersebut diberikan oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
"Pembiayaan ekspor ini diharapkan dapat membantu 'UKM Naik Kelas' untuk tetap menggerakkan roda usahanya. Sehingga, mampu berkontribusi dalam peningkatan ekspor nonmigas dan ikut memperbaiki neraca perdagangan dan ekonomi nasional," kata Mendag Agus.
Di masa pandemi Covid-19 ini Kemendag terus berkomitmen menjaga keberlangsungan ekspor, termasuk produk-produk UKM.
Untuk itu, Kemendag menjalin sinergi dengan berbagai pihak melalui pemberian stimulus fiskal maupun nonfiskal bagi pelaku usaha, termasuk bagi usaha kecil menengah (UKM).
Sehingga, sebagaimana dikutip dalam laman kementerian perdagangan kemendag.go.id diharapkan dalam waktu relatif singkat mampu memperbaiki kinerja perdagangan internasional Indonesia.
"Negara-negara di dunia telah merespon kondisi pandemi Covid-19 melalui sejumlah kebijakan yang dapat membangkitkan kembali aktivitas ekonomi domestik dan global," ujarnya. (*)
Komentar
Posting Komentar