Pemerintah telah melarang mudik Lebaran 2020 guna mencegah penyebaran virus corona ke berbagai daerah, terutama di kampung halaman pemudik. PT Jasa Marga Tbk (JSMR) pun memprediksi akan ada fenomena mudik lokal menjelang Idul Fitri 1441 Hijriah. Lalu bagaimana persiapan dan kinerja emiten ini?
Refrensi JSMR
Secara teknikal saham JSMR telah membentuk pola double bottom, breakout area 3400. Kami merefrensikan pembelian saham JSMR dengan strategi buy on weakness pada harga 3570-3590, sebanyak maksimal 5% dari modal swing trading. Jual jika harga turun dari 3200 untuk pembatasan risiko dengan perkiraan profit taking 4000.
Layanan Operasional Siap 24 Jam
Jasa Marga memprediksi puncak arus mudik Lebaran akan terjadi pada 21 Mei 2020 (H-3 Lebaran) dengan arus lalu lintas jalan tol jelang Lebaran 2020 ini menurun 62,5%. Beberapa daerah besar seperti Jakarta dan sekitarnya serta Surabaya masih bisa melakukan mudik lokal.
Perusahaan telah mempersiapkan layanan operasional jalan tol yang meliputi layanan transaksi, lalu lintas, konstruksi, dan tempat istirahat yang bersiaga selama 24 jam.
Selain itu, perusahaan juga melakukan batasan 50% dari jumlah lahan parkir yang tersedia, membuat marka jaga jarak di tempat umum, membatasi waktu singgah pengunjung maksimal 30 menit, serta menyediakan ruang khusus/isolasi. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk protokol pencegahan covid-19.
Kinerja JSMR Selama Pandemi
Di tengah wabah covid-19 sendiri, pendapatan harian Jasa Marga rata-rata turun 15% di bulan Maret dan drop 50% di bulan April vs normal. Ini merupakan dasar untuk asumsi pemulihan secara penuh pada bulan Agustus mendatang.
JSMR telah menerapkan beberapa kebijakan efisiensi untuk menjaga likuiditas seperti menurunkan beban biaya administrasi dan umum (G&A) di antaranya memangkas beban rapat/perjalanan dinas, dan penundaan insentif Hari Raya.
Perusahaan juga memangkas penyerapan capex untuk kemajuan konstruksi hanya 30% dari kecepatan normal. Langkah-langkah tersebut diperkirakan menghemat likuiditas hingga Rp 2,5 triliun.
Emiten ini telah mengajukan permintaan restrukturisasi kredit kepada kreditor utamanya yakni bank BUMN/BBCA/SMI yang dapat memberikan dorongan arus kas lebih lanjut. Penangguhan pokok kredit akan dikabulkan meskipun pembicaraan dengan kreditur untuk pemangkasan bunga masih akan berlangsung dan diperkirakan selesai paling cepat pada Juli 2020.
Saat ini JSMR diperdagangkan dengan PER 11,81x; PBV 1,12x; dan EPS Rp 302,34 .
Ingin tahu dimana saja peluang dan saham-saham potensial di tengah penurunan IHSG saat ini?
Temukan jawabannya hanya di EMTrade!
EMtrade adalah aplikasi yang memberi tahu Anda beli jual saham apa, di harga berapa, berapa banyak boleh beli, manajemen risiko, dan bisa tanya-tanya sepuasnya.
Daftar sekarang di emtrade.id
Salam profit,
Ellen May Institute
Disclaimer:
Setiap pembahasan saham dalam artikel ini bersifat sebagai referensi / bahan pertimbangan, dan bukan merupakan perintah beli / jual. Setiap keuntungan dan kerugian menjadi tanggung jawab dari pelaku pasar.
Komentar
Posting Komentar