SUKSESPRO.COM – Kementerian Koperasi dan UMKM meluncurkan gerakan strategis bernama "ayo beli kebutuhana pokok di Koperasi".
"Dampak ekonomi yang dirasakan koperasi dan UKM khususnya terhambatnya jalur distribusi dan daya beli masyarakat yang menurun. Itulah beberapa hal yang mendorong kami menginisiasi gerakan tersebut," kata Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kemenkop dan UKM Victoria Simanungkalit.
Menurut Victoria, gerakan itu secara nyata membantu perluasan akses pemasaran KUKM di masa pandemi ini. Gerakan Ayo Beli Kebutuhan Pokok di Koperasi pertama kali dilaksanakan 22 April 2020.
Total transaksi yang dibukukan sebesar Rp 81,3 juta, yang melibatkan beberapa koperasi dengan komoditas berupa beras, telur, sayur mayur, buah-buahan, kopi dan masker non medis.
Sebelumnya, gerakan Ayo Beli Beras di Koperasi, bekerjasama dengan Koperasi Tani Mulus, Indramayu pada 10 April 2020 dan 13 April 2020 menghasilkan total transaksi beras sebanyak 4,4 ton atau Rp 48,4 juta.
Tujuan lainnya adalaha membantu ASN memenuhi kebutuhan hidupnya. Untuk itu, Kedeputian Bidang Produksi dan Pemasaran kembali menggulirkan gerakan itu dengan melibatkan lebih banyak partisipan (KUKM, PLUT) dan komoditas yang ditawarkan.
Terdapat 13 KUKM yang berpartisipasi pada gerakan ini yaitu, KSU Niaga Mukti (Kabupaten Cianjur) dan Koperasi Tani Maju (Kabupaten Banyumas) untuk supplier beras.
Selain itu ada pula Koperasi Solok Radjo (Kabupaten Solok) untuk supplier Kopi, dan PLUT KUMKM Kabuoaten Cianjur untuk supplier sayur dan buah-buahan.
Berdayakan Driver Online
Mitra lainnya, Koperasi Mina Rizki Abadi, Jakarta Utara, Koperasi Bhakti Mandiri Sejahtera. Ada pula Muara Gembong Bekasi dan Nelayan Binaan Aruna, untuk supplier makanan laut dan olahan.
Terdapat juga Anduang Food UKM Jakarta untuk produk olahan perikanan peternakan. Ada Dapur Bagoes, Edam Cheese Stick, EmenDiah Cookies, Dapur Kue Mama dan Bundiezz food UKM untuk produk makanan dan minuman olahan.
Hasilnya, pemesanan beras sejumlah 5,1 ton dengan total transaksi sebesar Rp 55 juta. Pemesanan sayur dan buah dengan total transaksi sebesar Rp 4,122 juta. Pemesanan kopi dengan total transaksi Rp 1.065.000.
Selain itu, ada juga pemesanan makanan laut dengan total transaksi Rp 11,456 juta, pemesanan produk olahan perikanan peternakan dengan total transaksi Rp 2,045 juta.
"Hingga pemesanan produk makanan dan minuman olahan (kue, jus, dsb) dengan total transaksi Rp 2,617 juta," ujarnya.
Kegiatan distribusi (dropping point) sudah dilaksanakan pada 18 Mei 2020 di kantor Kementerian Koperasi dan UKM.
"Nantinya, tetap akan memberdayakan pengemudi ojek online. Khususnya untuk pengantaran barang pesanan konsumen yang jaraknya masih terjangkau dari dropping point", jelas Victoria.
Gerakan itu diharapkan menjadi pioneer untuk gerakan-gerakan serupa bisa dilaksanakan secara masif dan berkelanjutan.
"Sehingga, tujuan untuk menjadikan ASN sebagai brand ambassador dari produk KUMKM dapat tercapai", pungkas Victoria. (*)
Komentar
Posting Komentar