Anies Baswedan selaku Gubernur DKI Jakarta, kemarin menyampaikan bahwa pusat perbelanjaan atau mal dapat kembali beroperasi mulai 15 Juni 2020 mendatang. Kira-kira bagaimana peluang sektor retail?
Refrensi Saham
Sesi pertama hari ini saham MAPI berhasil menguat 5,88% di angka 810, breakout dari MA 100. Kami merefrensikan beli dengan rentang harga 790-810 sebanyak maksimal 5% dari modal swing trading. Jual jika harga turun dari 755 untuk pembatasan risiko dengan perkiraan profit taking 890-900.
Respon Positif Perkonomian Dibuka
Pemerintah DKI Jakarta akhirnya mengizinkan mal, restoran, dan toko kembali beroperasi. Perkantoran, toko, dan restoran di luar mal sudah bisa beroperasi mulai 8 Juni. Sementara peritel non-pangan di mal, baru bisa beroperasi pada 15 Juni mendatang.
Kebijakan ini tentu diapresiasi positif oleh dunia usaha. Namun, perusahaan juga perlu beradaptasi terhdap permintaan konsumen, daya beli, dan kesiapan rantai pasokan yang ditimbulkan akibat Covid-19. Upaya untuk menjaga daya beli masyarakat oleh pemerintah, juga menjadi penting guna menjamin produksi hasil aktivitas ekonomi yang perlahan dibuka, tetap dapat diserap.
MAPI Diuntungkan
Emiten F&B dan ritel yang memiliki banyak gerai di mal tentu akan terdampak positif dari kebijakan ini, salah satunya adalah emiten MAPI (PT. Mitra Adiperkasa Tbk-red). Perusahaan ini memiliki diversifikasi bisnis yang baik sehingga diperkirakan mampu menjaga stabilitas dan sustainbilitas perusahaannya. Lini bisnis yang cukup lengkap mulai dari lifestyle hingga F&B akan menjadi kelebihan perusahaan.
Kami percaya bahwa target pasar menengah atas MAPI akan memungkinkan mereka untuk pulih lebih cepat. Akan ada pemulihan secara bertahap mendekati akhir tahun. Itu sejalan dengan perilaku konsumen yang secara musiman cenderung membeli barang-barang perusahaan ketika akhir kuartal.
Adanya PSBB, membuat toko fisik MAPI kini beroperasi pada kapasitas 45%. Inisiatif efisiensi biaya dari perusahaan dapat membatasi margin. Sehingga, EPS 2020 dan 2021 diproyeksikan 9-15%. Kas bersih 2020 diproyeksikan sebesar Rp 2.1 trilyun dan utang Rp 1.95 trilyun, masih cukup aman untuk operasi. PER dan PBV 2020 diproyeksikan pada 12,4x dan 1,6x.
Ingin tahu dimana saja peluang dan saham-saham potensial di tengah penurunan IHSG saat ini?
Temukan jawabannya hanya di EMTrade!
EMtrade adalah aplikasi yang memberi tahu Anda beli jual saham apa, di harga berapa, berapa banyak boleh beli, manajemen risiko, dan bisa tanya-tanya sepuasnya.
Daftar sekarang di emtrade.id
Salam profit,
Ellen May Institute
Disclaimer:
Setiap pembahasan saham dalam artikel ini bersifat sebagai referensi/bahan pertimbangan, dan bukan merupakan perintah beli/jual. Setiap keuntungan dan kerugian menjadi tanggung jawab dari pelaku pasar.
Komentar
Posting Komentar