SUKSESPRO.COM – Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan mendorong pengembangan ekspor produk kreatif dan digital Indonesia.
Demikian diungkapkan oleh Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga. Dia menyampaikan hal itu saat melakukan kunjungan ke Technopark Cimahi, Sabtu (12/9/2020) di Bandung, Jawa Barat.
"Technopark Cimahi sudah memiliki potensi penyewa (tenant) binaan yang sudah sangat berkembang. Diharapkan akan memberikan dampak besar terhadap ekspor produk digital Indonesia," ujarnya.
Kunjungan ke technopark itu, menurut Jerry juga sesuai dengan misi Kementerian Perdagangan. Yakni, mencari peluang potensi ekspor alternatif seperti produk digital, industri kreatif, dan produk berteknologi tinggi.
Jerry menjelaskan, Technopark Cimahi merupakan sebuah kawasan yang digunakan pemangku kepentingan untuk mengembangkan inovasi, kolaborasi dan inkubasi produk-produk kreatif dan teknologi.
Seperti misalnya aplikasi, produk animasi dan film, maupun kerajinan.
"Technopark ini dikembangkan sesuai visi Presiden yang ingin memiliki pusat-pusat teknologi di banyak daerah," lanjutnya, sebagaimana dikutip dalam situs kemendag.go.id.
Program itu pun juga sejalan dengan visi Pemerintah Kota (pemkot) Cimahi untuk selalu mengembangkan potensi sumber daya manusia (SDM) dengan keterbatasan sumber daya alam.
Menurut Walikota Cimahi, Ajay Muhammad, total wilayah Cimahi hanya sekitar 40 km persegi. Cimahi juga tidak memiliki hutan atau sumber daya alam lainnya.
Untuk itu, jelas Ajay, Pemkot Cimahi mendorong potensi SDM, khususnya generasi muda dengan mengembangkan berbagai produk digital dan kreatif yang hasilnya sudah mulai dipakai.
Selain itu, Pemkot Cimahi juga sudah membangun kerja sama dengan berbagai pihak. Jerry kembali menekankan, saat ini, industri digital Indonesia berada di urutan terdepan di ASEAN.
Diperkiarakan Melonjak
Kementerian Perdagangan melihat potensi digital Indonesia yang akan terus melejit ke depan.
Pada tahun 2018, industri digital Indonesia sudah mencapai nilai kurang lebih Rp 560 triliun. Nilai itu diperkirakan akan melonjak tahun 2025, khususnya dengan adanya pandemi Covid-19.
"Kemendag akan memfasilitasi para pemangku kepentingan dengan para pengembang digital Indonesia. Tujuannya agar industri digital Indonesia semakin berkembang dan bisa menembus mancanegara," bebernya.
Indonesia juga diharapkan tidak hanya menjadi konsumen produk digital, tetapi juga mengambil posisi menjadi produsen.
Pengembangan ekspor produk digital ini, lanjut Jerry, juga merupakan salah satu upaya Kemendag dalam menjaga neraca perdagangan yang positif.
"Indonesia sudah harus mulai menggeser pengembangan ekonominya, termasuk melakukan diversifikasi produk ke arah digital. Produk digital juga diharapkan mampu mengangkat daya saing produk-produk industri maupun produk primer pertanian dan perkebunan," ujar Jerry. (*)
Komentar
Posting Komentar