SUKSESPRO.COM – Khasiat madu hutan untuk pengobatan, paling utama ditentukan oleh jenis dan variasi nektar yang diisap oleh lebah.
Artinya, semakin bervariasi dan berkualitas nektar pepohonan yang diisap oleh lebah, khasiat madu yang dihasilkan juga semakin bagus.
"Jika inputnya bagus, maka madu yang dihasilkan lebah juga berkualitas," ujar pengusaha madu hutan, Nunung Joko kepada Suksespro.
Bukan saja berkhasiat untuk menambah stamina dan imunitas tubuh semata. Menurut Joko, madu hutan yang dihasilkan dari nektar berkualitas, dapat digunakan untuk pengobatan.
Joko menjelaskan, sama-sama berasal dari lebah, namun tidak semua madu memiliki kualitas yang sama. Madu yang berasal dari lebah di hutan liar memiliki kualitas yang jauh lebih bagus ketimbang lebah yang diternakkan.
Madu hutan liar dihasilkan oleh lebah yang menghisap cairan nektar dari bunga-bunga tanaman maupun dari pucuk-pucuk daun di dalam hutan di pedalaman.
Berangkat dari pengalaman 30-an tahun sebagai pegawai HPH di hutan-hutan pedalaman Kalimantan, Nunung Joko melirik potensi madu hutan liar untuk pengobatan berbagai macam penyakit.
Sebagaimana diketahui, Pulau Kalimantan dikenal sebagai gudangnya pohon obat-obatan. Sebagaimana yang sempat viral belakangan, adalah batang pohon bajakah.
"Itu hanya salah satu. Masih banyak pohon berkhasiat untuk pengobatan di pelosok hutan Kalimantan," ungkapnya.
Pertanyaannya kemudian, benarkah madu merupakan obat atau dapat berfungsi sebagai obat? Ataukah, madu hanya sekadar untuk meningkatkan imunitas tubuh?
Madu Adalah Obat
Jika dirunut ke belakang, sejak dulu kala madu memang digolongkan sebagai obat. Bahkan, dalam kitab suci semua agama, madu disebut sebagai obat bagi segala macam penyakit.
Surat An Nahl yang tercantum dalam Alquran dan terjemahannya misalnya, menyebutkan adanya persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Alquranul Karim.
"... Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan." (QS An Nahl:69 – republika.co.id).
Dalam ajaran agama Buddha, disebutkan ada lima jenis obat yang biasa dikonsumsi oleh para bhikku setelah mereka makan siang, salah satunya adalah madu.
Disebutkan pula, ketika bhikku mengalami sakit, maka yang digunakan sebagai obat adalah madu. Sedangkan dalam Artharvaveda XII.3.44 ditulis, madu dicampur dengan mentega yang dijernihkan (disajikan pada tamu menyehatkan). Madu dan susu, disebutkan baik untuk kesehatan.
Selaras dengan hal itu, kitab Injil pun mewartakan hal yang serupa. Dalam Amsal 16:24 misalnya, disebutkan: Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang.
Sedangkan dalam Amsal 24:13 disebutkan: Anakku, makanlah madu, sebab itu baik; dan tetesan madu manis untuk langit-langit mulutmu.
Sedangkan dalam kitab pengobatan agama Hindu, Ayurveda, madu juga ditempatkan sebagai hal yang istimewa.
Kitab Ayurveda dianggap sebagai ilmu pengetahuan tentang hidup dan sudah dianggap sebagai metode pengobatan tertua. Bahkan, metode pengobatan Ayurveda juga dipakai dalam beberapa metode pengobatan di dunia barat (Wikipedia).
Salah satu bagian penting dari Ayurveda Rasayana yang secara sederhana berarti sesuatu yang mengembalikan orang kekeadaan muda secara fisik dan mental.
Di berbagai ramuan Rasayana yang 100 persen terdiri dari bahan alami, madu merupakan komponen yang penting.
Disebutkan bahwa Rasayana disiapkan dengan madu dan ghee (mentega yang dimurnikan), karena potensi dan preservasi herbal secara permanen terikat pada madu dan ghee (wordpress.com).
Kutipan-kutipan di atas setidaknya menunjukkan bahwa madu hutan memang bermanfaat untuk pengobatan.
Tanpa Pengolahan
Lebih lanjut, Nunung Joko mengatakan, meski sama-sama bagus, namun madu hutan di suatu wilayah berbeda dengan wilayah yang lain.
"Yang membedakan bukan wilayah adinistrasi dan geografisnya, tapi jenis tanamannya," ujar lulusan Fak Kehutanan Universitas Mulawarman itu.
Ia mengatakan, selama ini, Kalimantan dikenal sebagai gudangnya tanaman obat. Salah satu yang cukup dikenal dan familier adalah tanaman pasak bumi. Belum lagi yang belakangan viral adalah pohon bajakah.
"Itu baru beberapa. Di pedalaman Kalimantan masih ada ratusan atau lebih jenis tanaman obat-obatan," ujar mantan pegawai HPH yang kini menekuni bisnis madu hutan Borneo87 tersebut.
Joko mengatakan, sesuai namanya madu hutan, maka madu Hutan Borneo87 tidak mengalami pengolahan. Melainkan murni madu unduhan oleh petani di pelosok hutan Kalimantan. Ini yang menurut Joko menentukan khasiat madu hutan Borneo87.
Kini untuk mendapatkan madu hutan Borneo87 tidak perlu datang ke Kalimantan. Cukup dengan mengontak: 082328048189, pesanan dapat secepatnya diantar atau dikirim. (*)
Komentar
Posting Komentar