SUKSESPRO.COM – Pemulihan ekonomi dan stabilitas keuangan (SSK) menjadi fokus perhatian Kementerian Keuangan di tengah masih tingginya dampak pandemi Covid-19 ini.
Karena itu, menghadapi ketidakpastian di tengah pandemi ini, Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) akan terus memperkuat sinergisitas antar elemen.
Komitmen itu ditegaskan oleh Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia (BI), Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Hal itu terungkap dalam Rapat Berkala KSSK IV tahun 2020, Jumat (23/10) melalui konferensi video.
Adapun SSK triwulan III 2020, tetap terjaga sehingga menopang pemulihan ekonomi yang berangsur membaik. Dikutip dari laman kemenkeu.go.id, indikator menunjukkan SSK tetap berada pada kondisi normal di tengah masih tingginya ketidakpastian sebagai dampak dari pandemi.
Dijelaskan, aktivitas perekonomian global di triwulan III 2020 menunjukkan pemulihan pasca mengalami tekanan.
Perekonomian domestik juga secara berangsur-angsur membaik, terutama setelah mengalami tekanan pada triwulan II 2020 sebesar -5,32 persen. Hal itu didorong oleh percepatan realisasi stimulus fiskal dan perbaikan ekspor.
Mengurangi Kontraksi
Sementara, belanja Pemerintah pada triwulan III 2020 meningkat untuk bantuan sosial dan dukungan UMKM dalam kerangka program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
Langkah tersebut mengurangi kontraksi pada konsumsi rumah tangga yang menunjukkan adanya perbaikan. Selain itu, kinerja ekspor menunjukan perbaikan, terutama pada komoditas seperti besi dan baja, pulp dan waste paper, serta tekstil dan produk tekstil (TPT). Hal itu ditunjukkan dengan meningkatnya permintaan global, terutama dari Amerika Serikat dan Tiongkok.
Meskipun investasi masih dalam tekanan, beberapa sektor menunjukan perbaikan, seperti sektor bangunan, seiring berlanjutnya berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN).
Di luar itu, nilai tukar Rupiah juga relatif terkendali didukung langkah langkah stabilisasi BI. Pada triwulan III 2020, nilai tukar Rupiah secara point to point mengalami depresiasi 4,20 persen. Kondisi tersebut sejalan dengan masih tingginya ketidakpastian pasar keuangan baik karena faktor global maupun domestik.
Oleh karena itulah, KSSK terus mendukung proses pemulihan ekonomi yang telah berjalan dengan memobilisasi seluruh instrumen kebijakan dan regulasi. (*)
Komentar
Posting Komentar